Selasa, 05 Februari 2013

Alam Akhirat




Abuhurairah ra. Berkata, sesungguhnys Rasulullah saw.bersabda: “Tahukah Anda siapakah orang yang bangkrut itu?” Kami menjawab: “Dalam pandangan kami orang yang bangkrut itu, orang yang tidak mempunyai dirham, dinar dan yang tidak pula mempunyai barang-barang yang berharga.”
 Beliau bersabda: “Orang yang bangkrut dari umatku itu ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat. Tetapi ia juga datang dengan membawa dosa mencaci maki ini, menuduh ini, dan memakan harta ini, mengalirkan darah ini, dan memukul ini. Maka tuntutan yang ini diberi dengan pahalanya, yang ini diberi dengan pahalannya, dan bila kebaikanya telah habis, sementara tuntutan-demi tuntutan masih terus berdatangan, maka dosa-dosa kejahatan dari orang-orang yang menuntut itu ditimpakan kepadanya, sampai akhirnya ia dilemparkan kedalam neraka."


Renungkanlah musibah yang menimpa Anda seperti yang terjadi hari ini, karena kebaikan Anda belum bisa dijamin keamanannya dari penyakit riya’ dan tipu daya setan. Jika satu kebaikan anda selamat dari penyakit-penyakit tersebut dalam dalam rentang masa yang cukup panjang, bisa jadi akan direbut oleh orang yang melakukan tuntutan terhadap anda, lalu ia mengambilnya. Adalah menjadi sebuah kemungkinan, sekiranya Anda telah melakukan penghitungan terhadap apa yang telah anda lakukan. Anda berpuasa disiang hari Qiyamul lail di malam hari, Kiranya Anda akan menjadi tahu, bahwa hal itu belumlah cukup sampai pada hari itu, karena masih terus mengalir dari lidah Anda dosa menggunjing kaum muslimin. Mungkin kebaikan Anda itu tidak cukup untuk menutup dosa-dosa Anda itu.Belum lagi kejahatan-kejahatan Anda yang lainnya, seperti memakan yang haram dan subhat sserta keteledoran anda dalam melakukan ketaatan. Karenanya bagaimana mungkin anda berharap dpat selamat dan terbebas dari tuntutan kezaliman kelak pada hari pembalasan. Pada hari itu keadilan benar benar ditegakkan dengan yang seadi-adilnya, sampai penegakan qisas (hukum balas) buat binatang yang bertanduk terhadap binatang yang tak bertanduk. Abu Dzar meriwayatkan, bahwa suatu ketika Rasulullah saw. melihat kedua kambing yang saling tanduk menanduk, lalu beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar, dalam hal apa kedua kambing itu saling tanduk-menanduk.” Aku berkata: “Aku tidak tahu ya Rasulullah.”  Beliau bersabda: “Tetapi  Allah mengetahui, dan Ia akan memberikan balasan diantara keduanya kelak pada hari kiamat.”

Mahon maaf artikel ini masih terputu silahkan anda nantikan pada postingan berikutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar